Sunday 9 November 2014

Wing Chun Sebuah System

Ilustrasi, Ng Mui
Seperti yang kita ketahui bersama, berdasarkan sejarah yang kita baca, Wing Chun diciptakan oleh Ng Mui, seorang bikuni dari Kuil Shaolin Selatan. 
Beliau menyaksikan pertarungan antara Bangau dan Ular, yang kemudian disesuaikan dengan tingkah gerak tubuh manusia. Secara physiologis, kekuatan dan kemampuan tubuh manusia akan semakin berkurang seiring proses penuaan, hal ini adalah proses alami yang harus dilalui oleh setiap orang, dan merupakan kenyataan yang dapat dirubah. Jika sampai saat ini kita masih berharap dengan teknik yang menggunakan tenaga, pastinya tenaga tersebut akan menurun mengukuti umur. Akan tetapi, jika kita dapat menggunakan sebuah metode yang dapat menghemat energi dan dapat mengurangi kelemahan akibat penuaan, tentunya kita akan berbicara lain.

Wing Chun tidak tergantung pada kekuatan fisik seseorang dalam pertarungan, melainkan suatu seni beladiri yang dikembangkan melalui karakteristik otot manusia, struktur tubuh, kesederhanaan dan kekuatan pikiran manusia. Oleh karena itu, karakteristik utama Wing Chun adalah gerakan yang ekonomis, body mechanicberkesinambungan, pukulan lurus, sticky hand, dan center line. Teori tersebut didasari fakta bahwa pada pertarungan jarak dekat, jarak tersingkat antara dua titik adalah sebuah garis lurus, sehingga teknik gerak dari garis-tengah badan secara vertikal dari atas ke bawah. Wing Chun tidak menggunakan teknik yang melebar, atau yang melingkar, sehingga setiap serangan merupakan gerakan yang minimal. Hal ini akan menghemat energi dan jarak menjadi singkat.

Kombinasi bentuk tangkisan, pukulan dan tendangan terangkum di dalam 3 bentuk jurus tangan kosong, antara lain :
1. Siu Nim Tao (rangkaian gerakan yang penuh kesederhanaan)
2. Chum Kiu (pencarian penghubung)
3. Biu Jee (jari laksana panah melempar)

Siu Nim Tao (ada yang menulisnya Siu Lim Tao) adalah teknik yang paling dasar dan terpenting yang memuat semua teknik tangan di dalam Wing Chun. Siu Nim Tao juga melatih kuda-kuda dasar dan membantu mengembangkan energi (Qi). Untuk tahap pemula, latihan Siu Nim Tao ini merupakan bentuk Standing Meditation. Dimana kita dituntut untuk fokus dengan gerakan kita, kuda-kuda, struktur tubuh, focus akan bentuk yang benar, focus untuk tetap rileks, dan focus pada pernapasan. Sehingga pada akhirnya, semua gerakan kita akan digerakan oleh kekuatan pikiran, relax dan tanpa tenaga fisik (pengejangan otot), dan pengaturan nafas untuk setiap gerakannya.  Minimal kita harus melatihnya sekitar 15 menit. Hal ini akan membentuk struktur tubuh mampu bertahan terhadap tekanan besar dan menghasikan enargi yang besar. Energi (Qi) disini akan terlatih pada tahapan selanjutnya, ada yang menyebutnya dengan istilah "Nim Lek", atau "Qi Gong" ataupun "Loi Gong" sebagai tenaga dalam atau kekuatan yang luar biasa.

Double Chisao
Setelah berlatih Siu Nim Tao, kita dapat mengenal yang namanya Chi Sao (Sticky Hand). 
Pertama menggunakan satu tangan (Tan Chi Sao), kemudian dilanjutkan dengan dua tangan (Sheong Chi Sao). 
Mempelajari Wing Chun, pastinya kita akan mengenal Chi Sao, karena disini kita mulai belajar bagaimana mengunakan tenaga lawan untuk melawannya. Dalam Chi Sao kita bukan dituntut untuk memukul langsung lawan (partner latihan), bukan untuk mencari siapa yg berhasil memukul duluan dan menghasilkan point, melainkan adalah untuk melatih dan mengembangkan "rasa" atau sensitif pada tangan dan pergelangan kita yang dimulai dengan kuda-kuda yang benar dan bentuk tangan dasar yang tepat (tansao, fuksao dan bongsao). Oleh karena itu, kita akan dapat memprediksi apa yang akan dilakukan lawan, sehingga kita dapat bereaksi lebih awal. Begitu kita sudah mahir dalam tahap awal Chi Sao, berikutnya adalah belajar bagaimana menggunakan Chi Sao untuk menyerang dan bertahap dari tekanan lawan. Ini dikenal dengan Kuo Sao, dari sini akhirnya akan menjadi pertarungan penuh. Hanya saja selama berlatih dengan partner tentunya kita harus mengunakan teknik-teknik Wing Chun dengan pengendalian.

Setelah Chi Sao tesebut, barulah kita mengenal bentuk jurus tangan kosong kedua Wing Chun, yaitu Chum Kiu. Bagaimana kita melangkah, bergeser, merangsak dengan bersamaan menangkis serangan lalu membalas serangan secara langsung. Itulah sebabnya Chum Kiu dikatakan mencari jembatan. Yang artinya, kita mulai belajar mengendalikan jarak aman dan jarak serangan terhadap lawan kita. Dalam Chum Kiu, kita sudah mulai ditambahkan bentuk-bentuk dasar tendangan, ada 3 bentuk tendangan dalam Chum Kiu, yaitu Scanning Kick, Front Kick dan Side Kick. Dua tendangan yg pertama dilakukan melalui centerline setinggi pinggang. Tendangan Wing Chun sangat jarang digunakan diatas pinggang, karena pada prinsipnya tendangan rendah akan lebih cepat dilakukan dan paling praktis dalam situasi pertarungan jarak dekat.

Bentuk jurus tangan kosong ketiga adalah "Biu Jee" yang dapat diartikan sebagai jari laksana panah melempar. Seperti panah yg lepas dari busur, kita disini dituntut untuk belajar melepas serangan dengan kejam, dan menangkis untuk menghantarkan serangan mematikan. Penggunaan sikut, jari-jari menusuk, gerakan tangan memotong, dan mencakar akan menjadi materi latihan di dalam Biu Jee. Oleh karena Biu Jee ini bersifat kejam, maka kita pada dasarnya tidak akan diajarkan terlebih dahulu sebelum kita menguasai pengendalian serangan kita.


Mok Yan Jong (Boneka Kayu)

Jika kita mempelajari Wing Chun, tentunya kita akan mengenal yg namanya boneka kayu, biasa dikenal dengan sebutan Mok Yan Jong atau Wooden Dummy
Secara Wing Chun tradisional, terdapat 116 bentuk gerakan di dalam Mok Yan Jong. Akan tetapi, sejalan dengan perkembangan jaman, bentuk gerakan Mok Yan Jong terdapat pengurangan dan penambahan tergantung dari masing-masing guru dalam memahami Wing Chun.

Penggunakan Mok Yan Jong adalah untuk mengembangkan kemampuan kita dalam pertarungan dengan mengendalikan lawan. Disini kita mulai dituntut untuk mempraktekan pemahaman bentuk-bentuk atau teknik-teknik Wing Chun yang sudah kita pelajari sebelumnya. Mereka yang belum menguasai benar tentang teori, cara mengatur kaki dan kuda-kuda dapat berlatih sendiri dengan Mok Yan Jong, walaupun pada dasarnya, mereka musti menunggu sampai memiliki kemampuan yang cukup untuk menggunakan Mok Yan Jong. Teknik-teknik gerakan di dalam Mok Yan Jong tentunya diambil dari bentuk-bentuk jurus Wing Chun yang diseleksi karena sangat efektif dan praktis.

Walaupun demikian, latihan Mok Yan Jong akan lebih efisien jika diaplikasikan dengan partner. Karena pada prinsipnya, Mok Yan Jong hanyalah sebuah boneka kayu yang tidak akan melawan jika diserang, lain cerita jika dia adalah manusia yang dapat bergerak dengan bebas. Jadi Mok Yan Jong hanyalah untuk melatih dan memantapkan kemampuan yang sudah kita pelajari sebelumnya.


Senjata dalam Wing Chun

Selain teknik tangan kosong tersebut diatas, Wing Chun juga mengenal penggunaan senjata. Ada 2 macam senjata yang dipergunakan dalam Wing Chun, antara lain :
Ilustrasi
Pertama, Toya Panjang atau Long Pole (Lok Dim Bun Gwan) merupakan tongkat panjang yang terbuat dari kayu dengan panjang minimal 3 meter.
Berdasarkan sejarah, senjata toya ini pada dasarnya bukan termasuk teknik senjata wing chun. Tetapi berkat pendahulu wing chun, bernama Wong Wah Bo, Lok Dim Buan Gwan ini akhirnya menjadi senjata andalan di dalam latihan wing chun.
 Dengan cara memegang yang unik, toya ini akan memberikan efek bobot tertentu pada saat penggunaannya. Walaupun langkah bentuk penggunaan toya panjang ini terlihat singkat, tetapi selain melatih bentuk serangan dan tangkisan, latihan toya ini membarikan manfaat lain, seperti memperkuat cengraman tangan, memperkuat lengan atas, memperkuat kuda-kuda, dan melatih daya ledak dari permainan tangan kosong.


Wing Chun Butterfly Knife
Kedua, Golok Kembar atau Butterfly Knife / Sword (Ba Jam Dou), merupakan senjata asli wing chun yang penggunaannya merupakan kembangan dari bentuk gerakan tangan kosong.

Panjang golok kembar ini sangat bervariasi sesuai dengan praktisi wingchun yang menggunakannya. Dimana minimal mata pisaunya memiliki dimensi 30cm x 8cm.


Dengan tetap mempertahankan permainan gerak dari bentuk-bentuk sederhana, begitu pula dari bentuk-bentuk pada teknik permainan golok kembar ini. Dan biasanya teknik golok kembar ini diberikan jika kita sudah benar-benar menguasai teknik tangan kosong.


Demikian pembahasan singkat mengenai wing chun. Dengan latihan secara bertahap, kita dituntut untuk besa dengan mudah memahami konsep yang mendasar di dalam wing chun. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua untuk tetap semangat mempelajari Wing Chun.


Salam

WingChun Harmony Indonesia on Facebook

3 comments:

  1. Jadi susunan tahapnya Siu Lim Tao, tan chi sao, sheong chi sau, chum kiu, biu jee, mok yan yong, Baat Jaam Dao

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang lebih seperti itu...susunan pembelajaran ini tidak baku kok. Bisa disesuaikan dgn prinsip masing2 pelatihnya.

      Delete
  2. Jadi susunan tahapnya Siu Lim Tao, tan chi sao, sheong chi sau, chum kiu, biu jee, mok yan yong, Baat Jaam Dao

    ReplyDelete